Added: Mar 9, 2007
From: wanawotvideo
Duration: 3:18
Mungkin kesibukan saling menyalahkan dan mengecam satu sama lain sudah menjadi kekhasan bangsa kita dalam menghadapi berbagai bencana yang silih berganti. Beberapa waktu yang lalu, seorang artis mengecam pengendara mobil mewah yang tidak mau berhenti menyumbangkan uang bagi korban Gempa Jogja 27 Mei 2006. Bagaimana jika pengendara itu memang tidak membawa uang? Atau mungkin dia memilih menyumbang uang melalui bank dalam jumlah yang lebih besar? Ada lagi seorang tokoh politik yang menyalahkan pejabat karena banyak pejabat yang tidak mau datang ke lokasi bencana untuk memberikan empati kepada korban? Tetapi ketika giliran pejabat datang ke lokasi bencana, media memberitakan bahwa kedatangannya tidak berguna dan menganggu kelangsungan proses evakuasi korban. Jika Anda jadi pejabat apa yang ada lakukan? Begini disalahkan, begitu disalahkan? Beberapa orang yang katanya ahli dalam masalah penanganan bencana, hanya bicara, dan bicara di televisi dan radio. Lagi-lagi menyalahkan prosedur birokrasi, ataupun kesalahan sistem manajemen penanganan bencana yang dilakukan oleh banyak pihak. Saya tidak tahu apakah hal yang mereka bicarakan itu akan memecahkan masalah? Begitu pula dengan media massa yang menjadikan bencana sebagai sebuah kesempatan untuk meningkatkan rating medianya di mata audiens. Terkadang berita yang satu saling bertolak belakang, sebentar menyalahkan pemerintah sebentar lagi mendukung upaya pemerintah. Plin plan dan cenderung bermain dengan emosi sehingga audiens terus mengikuti berita-berita mereka layaknya menonton sinetron. Ada lagi fenomena menarik yang saya lihat di lokasi gempa Jogja di Klaten. Banyak mobil mewah berseliweran dan terkadang berbondong-bondong. Di satu pihak mereka adalah dewa penolong bagi korban, tapi di pihak lain beberapa orang merasa tersinggung karena mereka merasa menjadi obyek wisata gempa yang patut ditonton. Sungguh suatu dilemakah? Mari kita lihat sisi yang lain dari orang-orang yang terlalu sibuk mengurus korban sehingga tak sempat menyalahkan ataupun berbicara tentang banyak hal. Mereka adalah para pelajar pelajar yang rela membantu memindahkan korban di rumah sakit-rumah sakit ataupun hanya sekedar menemani korban yang tergeletak sendirian tanpa sanak keluarga. Ataupun hanya sekedar memboncengkan ibunya ke lokasi bencana. Mereka adalah para mahasiswa dengan sepasukan kendaraan bermotor yang mencoba menembus daerah bencana untuk mendirikan posko dan menyampaikan bantuan seadanya. Mereka adalah relawan yang datang bermodal semangat tulus untuk membantu korban, ataupun semangat kebersamaan untuk menghibur anak-anak korban gempa. Mereka adalah petugas medis yang terus menerus harus bergerak untuk menolong ratusan korban dengan keahliannya. Mereka adalah para penderma yang menyisihkan harta miliknya melalui posko-posko ataupun aliran dana ke rekening-rekening penyalur bantuan. Berhentilah saling menyalahkan dan mengecam, mari bekerja bahu-membahu untuk sesama kita yang tertimpa musibah. Semoga Tuhan membalas kebaikan dan ketulusan pertolongan kita semua.
Channel: People
Rating: 5.0' max='5' min='1' numRaters='2' rel='http://schemas.google.com/g/2005#overall ( ratings) Views: 26819 Comments: 2
javaboy78 Says:
Feb 1, 2008 - kenapa harus jogja
. . . . . . . because these video appear directly from youtube.com which we cannot control it.)
agungcahyono Says:
Nov 21, 2007 - rimakasih atas renungan nya